Bisikan Jiwa

       

face

Bisikan Jiwa

    Bisikan Jiwa

    Bisikan Jiwa

    17

    Bisikan Jiwa

    Bisikan Jiwa

    (1)

    George bangkit dari kasurnya dengan berat, dia merasa bosan dan karennya ia seandainya hari ini tetap di kamar saja dan tidak menemui seorang pun, tapi ia menerima tantangan Kach, dan telah bertekad untuk mengalahkan dan menyelesaikan pekerjaan yang sulit ini, dia harus mengenyampingkan urusan pribadinya, semua perkara yang dialaminya seperti rasa takut, ragu, dan bosa, dan dia tidak boleh terpengaruh dengan semua itu saat melakukan pekerjaan dan merancang masa depannya.
    Jadwal Goerge hari ini dengan jamal jam 10 pagi, kalau begitu dia masih punya waktu yang cukup untuk menyantap sarapan paginya dan membuka emailnya, dia tidak memiliki keinginan untuk keluar kamar, kemudian dia menelepon bagian buffet hotel dan meminta untuk membawakan sarapan paginya ke kamar, lalu setelah itu dia beranjak ke kamar mandi untuk bersih-bersih diri dengan cepat menjelang sarapan pagi sampai ke kamarnya..
    Beberapa menit kemudian pintu kamarnya diketuk oleh pelayan, lalu dia masuk dengan membawa beberapa piring di dalmnya makanan dan meletakannya di atas meja selepas itu langsung keluar..kemudian dengan santai George menyantap sarapannya sambil membuka pesan yang ada pada emailnya, kemudian dia menemukan pesan dari Katrina:

    Kasihku George “

    Saya tidak tahu mengapa, meskipun baru sebentar masa kepergiaanmu saya merasa rindu sekali padamu, bahkan sangat membutuhkanmu, dan tidak sanggup menunggu selama masa satu bulan kepulanganmu, sebab saya sedang menghadapi permasalahan dan kebingungan, saya sangat membutuhkan kehadiranmu. dan cukup saya gambarkan padamu kebingunganku , saya sampaikan padamu bahwa saya pemeluk agama katolik yang taat telah menangis ketika mendengar terjemahan kitab suci orang muslim yang namanya Al Quran, saya sekarang hidup dalam kondisi bingung sekali, saya membutuhkan dirimu.

    Orang yang mencintaimu Katrina”.

    Kemudian dia membalas pesannya :

    Sayangku Katrina “

    Percayalah saya akan kembali dalam waktu dekat, sebab pertemuan kemarin sangat buruk sekali, perilaku negatif pada sebagian orang muslim, saya tidak tahu apakah masalah ini dalam diri orang muslim atau dalam agama mereka? tapi saya benci Mustofa yang membuat janji temu dengan saya bersamanya kemarin, saya akan berusaha pulang dalam beberapa hari ini, maka berdoalah untuk saya, sebab saya tidak ingin gagal dalam menghadapi tantangan Kach”.

    Orang yang mencintaimu George”

    Dan dia menemukan pesan dari Janelko :

    Teman saya George “

    Saya telah membaca pesanmu, dan saya senang bahwa pendapat saya dalam kasus pencuri orang muslim benar, hindarilah sikap terburu-buru untuk kedua kalinya, mengenai kedudukan perempuan dalam Islam tidak ada masalah, hanya saja masalah saya adalah masalah kebebasan dalam Islam, kalau kamu punya pendapat mengenai hal itu maka beritahukanlah padaku.

    Janelko”

    Kemudian dia membalas pesannya :

    Teman saya Janelko

    Mungkin kamu akan merasa aneh sebenarnya saya dalam masa yang singkat ini telah merubah pendapat saya!! Ya benar tidak ada dalam Islam kezaliman pada perempuan, bahkan Islam datang memberikan semua hal yang sesuai dengan bentuk dan karakter wanita, meskipun kita tidak terbiasa dengan hal itu di masyarakat kita Eropa, karena aturan dan sistemnya sangat berbeda. saya sudah sering berdiskusi mengenai banyak hal, dan saya yakin akan hal itu, akan tetapi saya sama sekali belum berdiskusi dan meniliti tentang kebebasan, kalau kamu mempunyai sesuatu kirimlah pada saya dan saya akan mengirimkan kepada setiap kelompok hal yang serupa. Saya juga akan mencoba untuk mendiskusikan dan meniliti tentang hal ini.

    George “

    Saat dia sedang melihat pesan emailnya, telepon kamar berdering, si penelepon adalah pekerja penerima tamu mengabarinya ada orang yang sedang menunggunya di lobi hotel..dia melihat pada jam tangannya menunjukan pukul 9.30 pagi, kemudian dia merasa terkejut.. apakah masuk akal Jamal datang setengah jam sebelum jadwal?
    • George: Maaf siapa yang sedang menunggu saya?
    • seorang perempuan muda.
    • George: Siapa namanya?
    • Dia bilang pada saya bahwa kamu mengenalnya,tapi dia tidak menyebutkan namanya.
    • Baiklah saya turun untuk menjumpainya sekarang.
    George turun ke hal ruang tamu, mendapati Dianalah yang sedang menantinya, sambil memakai pakaian yang sederhana, rambutnya tertata rapih kebelakang, dan tidak ada memakai bahan kosmetik kecantikan. Perbedaan yang sangat jelas antara penampilannya kemarin dengan hari ini, di samping itu wajahnya hari ini terlihat alami, anggun dan elok ketimbang kemarin. terlihat jelas kedua matanya yang lebar dengan pandanganya yang mengisyaratkan kecerdasan dan semangatnya..
    George menyambutnya dengan hangat, dan mengajaknya duduk di ruang lobi hotel..
    • George: Kamu mau minum apa?
    • Diana: Tidak usah, dan saya tidak akan berpanjang lebar padamu, saya hanya ingin mendiskusikan satu perkara denganmu.
    George memberikan isyarat pada pelayan untuk membawakan mereka dua buah gelas jus.. kemudian dia menoleh ke arah Diana sambil bertanya untuk apa dia mendatanginya di hotel, dan George memperhatikan dalam kedua matanya ada air mata berusaha disembunyikannya.
    • George: Silahkan..
    • Diana: Saya yang kemarin ingin lari dari pertanyaan yang menghancurkan dan membunuh saya dari dalam! Saya yang telah kamu hina kemarin! Saya penganut Kristen ortodok yang sedang lari dari masalah! Saya orang pendiam berpendidikan seperti yang kamu katakan, saya lelah..!
    • George: Ya saya ingat, tapi apa yang kamu inginkan dariku?
    • Diana: Bukankah saya cantik?!
    • George: Tidak salah lagi kamu cantik sekali, bahkan keindahan timur yang menggoda! Apakah kamu datang kesini supaya saya katakan bahwa kamu adalah wanita cantik?!
    • Diana: Kenapa kemarin kamu merendahan saya ?
    • George: Saya tidak merendahkan dirimu, saya cuma bertanya padamu dan sekedar berdiskusi, itu sudah cukup.
    • Diana: Kamu bilang bahwasanya pertanyaan itu membuatmu lelah seperti saya! dan melarikan diri tidak akan memberikan solusi dan jawaban atas pertanyaan-pertanyaanku! Apakah kamu punya jawaban atas pertanyaan saya yang melelahkan ini?
    • George: Jadi kamu datang untuk ini?
    • Diana: Ya benar!
    • George: Walaupun saya katakan kepadamu sebenarnya saya tidak menemukan jawabannya, bahkan saya hampir bunuh diri karena pertanyaan ini!
    • Diana: Jika apa yang kamu katakan itu benar, maka ini menunjukkan kecerdasanmu.
    • George: Saya belum menemukan jawaban tersebut adalah bukti kecerdasan?.
    • Diana: Maksud saya adalah kamu tidak lari dari masalah adalah bukti kecerdasan dirimu.
    • George: Kalau begitu mengapa kamu melarikan diri?
    • Diana: Kita adalah manusia dan sedang dalam keadaan lemah.
    • George: Tapi apa tidak ada jawaban yang pasti atas pertanyaan ini?
    • Diana: Tentu ada.
    • George: Betapa saya berharap menemukan dan mengetahuinya.
    • Diana: Saya mengetahuinya, akan tetapi saya takut.
    • George: Kamu mengetahuinya?!
    • Diana: Ya, tapi manusia tidak bisa mewujudkan kepribadinya, tidak bahagia dalam kehidupannya dan tidak bisa merubah jiwanya kecuali ada keberaniaan dalam dirinya.
    • George: Saya tidak paham apa yang sedang kamu katakan !
    • Diana: Kadang orang fakir tetap menjadi fakir, karena ia takut rugi kalau dia membuka peluang bisnis, kadang orang membujang tetap membujang, karena ia takut untuk menikah, dan kadang juga orang yang bodoh tetap bodoh, karena ia takut untuk belajar.
    • George: Benar dan jelas, tapi saya tidak paham apa yang sedang kamu bicarakan!
    • Diana: Saya tahu jawaban yang pasti untuk pertanyaan ini, tapi saya mungkin akan dibunuh atau dipenjara, makanya tetap seperti sekarang ini.
    • George: Kalau saya tidak akan takut !..beritahulah saya apa itu?
    • Diana: Apa yakin kamu berani sampai pada tingkatan ini?
    • George: Mungkin, beritahulah saya , tanpa harus berfilosofi.
    • Diana: Saya pernah berate seperti dirimu, tapi pada akhirnya saya takut, dan kembali berfikir mencari sarana untuk lari dari kenyataan ini.
    • George: Biarlah saya mencoba keberaniaan saya, kalau kamu yakin dengan apa yang kamu katakan ! di mana saya bisa mendapati jawaban atas pertanyaan saya?
    • Diana: Saya mendatangimu supaya saya tahu darimu bagaimana kamu mencari jawaban atas atas persoalanmu, bukan untuk memberitahu kamu bagaimana kamu menjawab pertanyaanmu!
    • George: Tapi saya ini permintaan saya, ayo katakan saya.
    • Diana: Mungkin apa yang saya katakan padamu akan buatmu marah, tapi saya setelah lama berfikir dan mencari, saya tidak menemukan jawaban selainnya, apa yang menghalangimu untuk menjadi seorang muslim?
    George mengangkat kedua matanya ke langit, tersenyum dengan senyuman mencengangkan pada Diana, dan dia santai sambil mengingat-ingat semua fase yang telah dilaluinya sejak bertekad mencari jalan menuju kebahagiaan, Katrina, Urmila, Levy, Habib, Janelko.. Muthiurrahman Karimullah, Adam, Syaikh Baasim dan Jamal, perjalananan panjang telah dilaluinya, dan menghadapi berbagai percobaan, diskusi, membaca dan merenungkan, apakah perjalanan terakhir yang berat itu ada di dalam islam? Apakah islam itu jalan menuju kebahagiaan?!
    Kemudian bukankah dia yang sering mengatakan kalaulah saya menemukan jalan maka saya akan langsung memilihnya, apakah benar yang dikatakan Adam sebenarnya saya hanya membutuhkan keberaniaan? Apakah keberaniaannya yang ia tunjukkah hanya sekedar alasan belaka..
    • Diana: Saya minta maaf, kelihatannya saya menyusahkanmu, saya berharap kamu memiliki jawaban lain, harapan saya, jangan sampai diam, takut dan lemah seperti saya!
    • George: Maaf.. saya hanya sedang berfikir saja!
    • Diana: Dalam hal apa?
    • George: Pertanyaanmu.
    • Diana: Saya sudah tahu jawaban sebelumnya.. kamu takut.
    • George: Takut dari apa?
    • Diana: Takut pada orang-orang sekitarmu.. takut pada dirimu.
    • George: Tidak saya tidak takut.. tapi apakah bisa kamu beritahu saya : Kenapa kamu takut pada Islam?
    • Diana: Saya bukan takut pada islam!
    • George: Kalau begitu kamu takut pada apa?
    • Diana: Keluarga saya, setelah ayah saya meninggal dan saya pindah bersama ibu saya untuk hidup di rumah saudara ibu saya, dan saya tahu bahwa kalau saya masuk Islam maka dia akan menjadi lebih gila, dan mungkin dia membunuh saya!
    • George: Kenapa?
    • Diana: Keluarga saya meyakini bahwa orang muslim yang telah menipu kami.
    • George: Mungkin itu ada benarnya!
    • Diana: Paman saya lebih sering mengawasi pertemuan dan perkumpulan saya dengan orang islam yang menyimpang, daripada dengan orang Kristen, sebab saya telah banyak berdiskusi dengan orang Kristen dan mereka mengatakan bahwa saya mengusik agama dalam diri mereka, makanya paman saya selalu mengawasi pertemuan saya dengan orang muslim yang menyimpang karena mereka lebih buruk dari orang kristen.
    • George: Seperti Mustofa?
    • Diana: Ya benar, betapa saya sangat membencinya.
    • George: Tapi bukankah dia itu bagian dari orang islam?
    • Diana: Justru dia contoh yang baik untuk orang yang merusak lagi menyimpang, sama saja baik itu golongan sekuler, liberal atau syaitan..tapi jawablah pertanyaan saya apa yang menghalangimu dari Islam?
    • George: Saya ingin melanjutkan diskusi sebelumnya,kenapa kamu bisa dibunuh oleh pamanmu sendiri kalau masuk islam?
    • Diana: Supaya kejadian orang Kristen yang meninggalkan agamanya tidak terulang lagi!
    • George: Ini bertentangan sekali dengan hak asasi yang paling sederhana yaitu kebebasan beragama!
    • Diana: Kebebasan apa! saya orang Kristen seprti kamu, apakah kamu memiliki kebebasan untuk tidak beriman dengan rahasia gereja yang bertentangan dengan akal?! apakah kamu memiliki kebebasan untuk beriman bahwa Al-Masih bukan Tuhan seperti yang disebutkan dalam beberapa kitab suci?!
    • George: Mari kita tinggalkan dahulu diskusi ini, saya memliki janji hari ini dan saya telah melihat teman saya dari tadi, dia sedang duduk menunggu saya di sana, tapi saya ingin melanjutkan diskusi kita di lain waktu! Dan saya ingin memperkenalkanmu pada teman saya orang muslim, jika kamu tidak keberatan.
    • Diana: Saya yakin bahwa sebenarnya kamu melarikan diri dari menjawab pertanyaan yang saya minta padamu karena takut dan tidak punya keberanian sama seperti saya, tapi terserah padamu…dengan senang hati saya ingin berkenalan dengan temanmu.
    George berjalan ke arah Jamal, dan minta maaf padanya atas keterlambatan, dan memberitahunya mengenai Diana, dan mereka berdua beranjak menuju ke tempatnya..
    • George: Ini Diana , dia ingin masuk Islam.
    • Jamal: Hai Diana saya Jamal dari Iskandaria, dan kabar gembira bagi kami atas keislamanmu.
    • Diana: Dan saya juga dari Alexanderia, tapi penganut Kristen ortodok, saya tidak mengatakan pada George bahwa saya ingin masuk Islam, tapi saya katakan padanya sebenarnya solusi dan jawaban atas pertanyaan saya ada dalam Islam.
    • Jamal: Baik.. ini berarti kamu ingin masuk islam, karena tidak ada seorang pun yang ingin gelisah dan sedih atau tidak ingin jawaban atas pertanyaannya.
    • Diana: Benar.. maka dari itu saya bertanya pada George : kenapa dia belum masuk Islam?
    • George: Dan saya belum menjawabnya.. tapi saya terkejut akan kekerasan orang mesir, sebab Diana mengatakan bahwa kalau ia masuk islam, bisa jadi ia akan dipenjara atau dibunuh!
    • Diana: Diana menarik nafas panjang dengan terbakar emosi…ohh ohh ,saya harap kamu jangan menuduh semua orang mesir! kalian di Eropa dan Amerika lebih kejam dari kami dalam beberapa tahun terakhir, apakah kamu lupa perbuatan kalian di Irak dalam penjara Abu Gharib, sesungguhnya kekejaman, kekerasan dan kesadisan yang terjadi di sana menurut saya lebih zalim dan jahat dengan segala macam bentuknya, khususnya pada kaum perempuan yang hidup di barat, apakah bisa dipungkiri bahwa perempuan dipukul oleh 6 lelaki, apakah bisa dipungkiri 33% dari perempuan di Amerika disiksa, apa bisa dipungkiri bahwa kalian di Inggris rata-rata 70% dari suami memukul istri mereka tanpa ada alasan yang jelas!
    • George: Saya lihat kamu marah dan merasa terganggu dari pembicaraan saya!
    • Diana: Tidak, tapi saya perempuan Mesir yang membela negara dari seranganmu.
    • George: Bagus cinta tanah air..bagus sekali! Tapi menyintai prinsip lebih utama, meskipun saya mengakui kesadisan dan kekejaman kami di barat, tapi sebenarnya saya merasa aneh hal itu terjadi pada kalian, tapi kami lebih baik dari kalian dalam hal kebebasan beragama, sebab kamu berhak dan bisa menjadi pemeluk Kristen, Islam, Yahudi, dan Budha dantanpa ada masalah apapun,.
    Jamal tertawa dan berkata :
    • Diana: Haha, jadi karena ini wanita bercadar dilarang di Perancis!! dilarang adzan dan membangun masjid-masjid di Swiss!!k ebebasan apa yang kamu bicarakan ini?
    • George: Kamu benar Jamal, tapi kami tidak membunuh seorang pun atau memenjarakannya kalau dia ingin masuk islam?!
    • Jamal: Kami tidak membunuh siapa yang ingin masuk Islam!
    • George: Kamu benar Jamal..saya yakin bahwa ini bagian dari fanatisme orang Kristen di negara kami, tapi bukankah Islam seperti itu juga tersebar dengan pedang dan kekuatan?
    • Jamal: Siapa Panglima tentara yang telah mengislamkan Indonesia, Nigeria, Ethopia, Tanzania atau yang lainnya? kebanyakan negara islam menjadi masuk Islam dengan dakwah bukan dengan pedang dan sejarah telah membuktikan hal itu, bahkan Islam tidak memaksa seorang pun untuk masuk ke dalam agama islam..maaf bukankah orang Kristen di negara ini dibawah kekuasaan orang islam mendekati 1400 tahun siapa yang memaksa mereka pada islam? apa bukan orang india berada di bawah kekuasaan islam lebih dari 1000 tahun apakah mereka dipaksa untuk masuk islam? apakah mereka memaksa orang nasrani di Andalusia yang sekarang diberi nama Spanyol masuk islam atau justru kaum nasrani yang memaksa orang muslim untuk masuk kristen atau membunuhnya dalam pengadilan setelah itu?!
    George merasa bahwa diskusi ini berkembang dan keluar dari permasalahan, karena itu dia ingin menyudahinya sehingga dia tidak terlambat dalam memenuhi janjinya :
    • George: Saya sudah terlambat sekali, dan saya senang mengenal kalian berdua satu sama lain.. Diana ini kartu nama saya, dan saya mau nomor telepon kamu.
    • Diana: Silahkan ini kartu bisnis saya, dan ini buatmu ya Jamal.
    • George: Saya akan menghubungimu kalau kamu tidak ada halangan untuk melanjutkan diskusi kita, mungkin hari ini atau besok hari.
    • Diana: Yang penting tidak diketahui oleh paman saya, sebab saya akan menjadi seperti Wafaa Constantine, Christine Masry atau Mirna Adil atau yang lainnya.. dan ingat kamu belum menjawab pertanyaan saya sampai sekarang!
    • George: Saya akan menghubungimu hari ini atau besok, dan saya akan berikan jawabannya padamu, meskipun pertanyaan yang sulit! kami pamit sekarang.

    (2)

    Ketika George dan Jamal menaiki mobil, dia menoleh ke Jamal dan menanyainya sambil merasa aneh…
    • George: Siapa nama-nama yang telah disebutkan Diana tadi?
    • Jamal: Maksud kamu Wafaa Constantine, Christine atau Mirna dan lainnya? mereka itu adalah orang Kristen masuk islam kemudian mereka diculik, disiksa dan sebagiannya dibunuh! sebab itu dia takut menjadi seperti mereka.
    • George: Sungguh sadis dan kejam, yang terpenting saya ingin menyelesaikan pekerjaan saya di Kairo besok hari, untuk kembali ke Inggris untuk beberapa hari dan akan kembali sekali lagi ke Kairo sebab istri saya memiliki beberapa masalah dan dia ingin saya berada bersamanya.
    • Jamal: Bagus, hari ini jadwal pertemuan dengan perusahaan yang terakhir, kemudian kamu mengambil keputusanmu dengan skala prioritas dalam menyusun apa yang kamu inginkan.
    • George: Ya , ini yang saya harapkan, tapi saya ingin membuat system untuk mengawasi dan kelanjutan kerja setelah kepergian saya.
    • Jamal: Setelah wawancara dengan perusahaan yang terakhir ini, maka sudah bisa terlihat bahwa salah satu dari mereka layak untuk hal itu.. kita hampir sampai, kapan kamu mau saya kembali menjemputmu?
    • George: Kita masuk dulu sama-sama lalu kita putuskan setelah itu.
    Mereka masuk ke dalam gedung perusahaan, dan meminta pada sekretaris untuk bertem dengan direktur, kemudian dia menguhubunginya untuk memberitahukannya bahwa klien yang membuat janji sudah datang..
    • Silahkan Dr. Khaled sedang menunggu kalian.
    Dr.khaled menyambut hangat mereka berdua, dan masuk ke ruang pertemuan..
    • George: Berdasarkan surat yang sampai pada kami, saya rasa ada beberapa orang tenaga ahli yang bisa kamu wawancarai hari ini?
    • Dr. Khaled: Ya benar disana ada 4 orang hari ini, dan kamu bisa wawancara yang lain besok kalau kamu mau, sebab saya telah memisahkan antara desainer, teknisi dan tenaga ahli di departemen pengetahuan dan teknologi.
    • George: Hebat.. bagaimana dengan para tenaga ahli di departemen pengetahuan atau teknologi?
    • Dr. Khaled: Seperti yang telah saya katakan padamu mereka berempat akan kamu wawancarai hari ini, dan saya percaya bahwa mereka bisa mewakili kamu untuk mewawancarai teknisi kalau kamu percaya dengan mereka, dan secara umum mereka itu juga teknisi dan programmer , tapi mereka telah belajar dan praktek manajemen praktek teknisi dan pemograman.
    • George: Kapan saya bisa mewawancarai mereka?
    • Dr. Khaled: Setelah kamu meminum the, kamu bisa mewawancarai mereka perorangan atau seluruhnya kalau kamu inginkan.
    • George: Kalau boleh saya ingin mewawancari mereka berempat secara bersamaan.
    • Dr. Khaled: Terserah padamu, saya akan memastikan kesiapan mereka sampai kamu selesai meminum teh…silahkan ini riwayat hidup mereka sebaiknya kamu mengenal mereka sebelum memulai wawancara, saya mohon pamit sebentar.
    George meneliti riwayat hidup mereka dengan cepat, kemudian dia terkesan, tapi ia tidak suka tergesa-gesa sampai mewawancarai mereka, dia meringkas infromasi mengenai mereka di kertas kecil :
    Muhammad Ali –Muslim-38 tahun- mengelola proyek electronik negara di mesir tapi belum selesai.
    Amir Ishaq-37 tahun-Kristen mengelola proyek teknis untuk PBB bersama Negara Mesir dan Pusat Informasi Mesir.
    Salwa Hasan-39 tahun-Muslimah mengelola proyek teknik untuk perusahaan bekerja di perangkat pintar.
    Maazen Kamal- 39 tahun-Muslim- mengelola dua perusahaan untuk pemograman dan web desain.
    Setelah George selesai menulis, Dr. Khaled masuk menghampirinya..
    • Dr. Khaled: Kalau kamu sudah selesai, maka saya akan memanggil mereka untuk masuk bertemu denganmu di ruang pertemuan.
    • George: Saya siap.
    • Jamal: Baiklah George saya pergi dulu ,kapan kamu membutuhkan saya maka saya akan mendatangimu?
    • George: Terima kasih Jamal, saya rasa wawancara ini tidak memakan waktu lama lebih dari satu jam, saya akan menunggumu, sebab saya ada tempat yang ingin kita pergi kesana bersama-sama.
    • Jamal: Baiklah sampai jumpa lagi..
    Dr.khaled meminta dari pemilik cv masuk ke ruang pertemuan, di mana George sedang duduk menanti mereka..
    • Saya tidah ingin memperlama kalian dan Insinyur George , saya telah terangkan pada kalian apa yang dia inginkan, dan dia telah melihat cv kalian, untuk mempersingkat waktu pertemuan dilaksanakan secara bersamaan, silahkan George.
    • George: Saya terkesan dengan cv kalian semua, saya sudah baca cv kalian dan berkas kalian sekarang ada pada saya, setiap orang dari kalian memberitahukan saya apa yang bisa kalian berikan untuk perusahaan kami, dan kenapa kalian memilihnya?
    Dia mendengarkan dan sambil berdiskusi bersama mereka, dia kagum dengan mereka semua dan menyampaikan pada mereka apa yang dibutuhkan… lalu ia memutuskan untuk memilih 3 dari mereka yaitu; ( Amir-Salwa-Maazen), kecuali Muhammad karena pekerjaan ini tidak cocok baginya. George meminta salah seorang dari mereka untuk memilih direktur kemudian mereka berkumpul bahwa Amir yang lebih cocok..
    • George: Apa kalian tidak ada masalah yang menjadi direktur kalian seorang Kristen?
    • Apa masalahnya, kamu juga orang Kristen?
    • Amir ini teman saya sejak SLTA dulu, dan saya katakan di hadapanya dialah yang paling layak menjadi pemimpin, saya harap dia masuk Islam, tapi kalau ia tidak masuk Islam maka ia masih tetap menjadi teman saya.
    • Amir: Masalah yang kalian temukan di barat, tidak ada pada orang islam, dan saya percaya Mazen lebih mampu dari saya untuk memimpin.
    • George: Saya masih punya janji sebentar lagi, saya ingin kalian melanjutkan pertemuan dan membuat garis besar rencana terpadu untuk pembentukan kerja dan pengelolaanya pada tahun pertama, dan kita akan bertemu besok pagi untuk menyusun ,mengoreksi, program perencanaan dan memulai bekerja, seperti yang telah saya kabarkan pada kalian bahwa saya telah mewawancarai kelompok yang baik dari karyawan teknisi yang istimewa di Kantor Perekrutan Global.
    • Amir: Yang dipimpin oleh Dr.Girgis?
    • George: Ya benar, Amir.. apa kamu mengenalnya?
    • Amir: Dr.Girgis adalah teman saya dan Mazen.. dan dia memiliki tim kerja yang bagus.
    • George: Saya juga memiliki programer yang sangat pandai, saya sudah mewawancarainya di kantor lain namanya Diana Saamih.
    • Amir: Haha, Diana Saamih seorang programer?
    • George: Apakah kamu mengenalnya?
    • Amir: Dia adalah anak dari saudara perempuan saya.
    • George: Apakah kamu pamannya?
    • Amir: Ya benar.
    • George: Tidak mungkin!
    • Amir: Apa yang tidak mungkin?!
    • George: Saya harus bicara denganmu sore ini, apakah kamu bersedia saya undang untuk makan malam jam 7 nanti?
    • Amir: Kami semua?
    • George: Tidak, saya ingin kamu saja karena ada masalah pribadi yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan.
    • Amir: Baiklah, dimana?
    • George: Di hotel di mana saya menginap, silahkan.. ini alamatnya.

    (3)

    • George: Saya ingin kamu pergi dengan saya ke suatu tempat dan jangan kamu menolaknya?
    • Jamal: Tidak apa-apa..kemana?
    • George: Saya ingin duduk bersama kaum fakir, orang yang sederhana dan semua orang di negeri ini dan berbincang dengan mereka.
    • Jamal: Permintaan yang aneh sekali, saya tidak akan menolak tapi apakah boleh saya tahu kenapa?
    • George: Saya ingin mendengar dari mereka beberapa hal, dan berkenalan dengan orang-orang bagaimana pandangan mereka terhadap kehidupan.
    • Jamal: Alasan yang rasional.
    • George: Ngomong-Ngomong : saya telah berkenalan dengan paman Diana yang akan membunuhnya kalau dia masuk islam dan saya punya ide.
    • Jamal: Dimana kamu berkenalan dengannya?
    • George: Dia adalah orang yang telah saya pilih untuk menjadi direktur perusahaan!
    • Jamal: Sudah pasti orang seperti ini tidak layak menjadi direktur, kenapa kamu fanatic sekali George?
    • George: Saya tidak tahu bahwa ia adalah pamannya sesaat setelah saya memutuskan dan menyetujuinya untuk menjadi direktur.
    • Jamal: Ini adalah aib dan kurang beretika, mungkin kamu bisa merubah pendapatmu.
    • George: Kamu benar, dan ini akan terjadi tapi setelah saya melakukan sebuah percobaan yang akan kamu saksikan malam ini, kemudian kamu juga diundang untuk makan malam di hotel bersama saya,
    • Jamal: Apa maksudmu?
    • George: Kamu akan lihat malam nanti.
    • Jamal: Baiklah, nah kita telah sampai di perkampungan rakyat.
    • George: Saya ingin mengunjungi seseorang di rumahnya.
    • Jamal: Kamu mengunjungi seseorang di rumahnya! tidak apa apa saya mengenal satu orang, tapi sisi lain dari jalan ini, baiklah saya akan menghubunginya untuk memastikan kalau dia ada di rumah dan menyambut kunjungan kita.
    • George: Baiklah, dan saya akan menghubungi Diana.
    George menghubungi Diana dan sepakat untuk menemuinya jam 7 di hotel..dan Jamal menghubungi paman Sa’id mengabarinya bahwa dia datang bersama George..
    • Jamal: Kita harus membeli makan siang telebih dahulu dan membawanya bersama kita.
    • George: Kenapa?
    • Jamal: Karena tidak pantas untuk kita datang pada waktu makan siang dan paman sa’id tidak bisa menjamu kita, dan saya tahu bahwa ia tidak bisa menjamu kita, lalu kenapa saya menyusahkannya?
    • George: Baiklah, mari kita beli makan siang mewah lengkap dengan manisan dan segala enak dan cocok.
    Mereka berdua sampai di rumah paman Sa’id, rumah yang sangat tua sekali, dijalan sempit tidak bersih.. Jamal mengetuk pintu, kemudian paman Sa’id membuka pintu sambil tersenyum dan menyambut hangat. Kemudian mereka masuk dengan membawa makan siang, buah-buahan dan manisan.. dia mempersilahkan mereka masuk ke kamar yang sangat tua sekali dan bersih, di dalamnya lantai tanah yang jelek, dan di tengah ada meja memanjang yang di atasnya ada roti, sayuran, dan piring..
    • Said: Silahkan.
    • Jamal: Silahkan ini kami telah membawa makan siang.
    • Said: Terima kasih pada kalian berdua, tapi itu tidak menjadi suatu keharusan, sebab saya telah menyiapkan makan siang untuk menjamu kalian, sebentar saya akan menyiapkannya.
    Paman Sa’id masuk kemudian George meminta Jamal untuk memberitahunya apa yang telah terjadi antara mereka berdua, serta memintanya untuk menerjemahkan apa yang dikatakan paman Sa’id satu persatu, dan jangan sampai meninggalkan satu perkataan tanpa diterjemahkan.. beberapa menit berlalu paman Sa’id kembali dengan nampan besar yang telah diisi dengan beberapa mangkuk makan siang yang telah dibawa oleh George dan Jamal tadi.
    • Said: Silahkan, terima kasih atas penghormatan kalian.
    • George: Jamal..tanyakan padanya apa yang dia impikan dari dunia ini?
    • Said: Perlindungan dan kesehatan jasmani anakku.
    • George: Apakah dia bahagia dalam kehidupannya?
    • Said: Wahai anakku kebaikan Tuhan pada saya sungguh besar ,saya di rumah dan mempunyai anak-anak, setiap hari saya mendapatkan sesuap isy (roti mesir), mau apalagi saya.
    • George: Apa dia tidak mengharapkan harta dan kekayaan?
    • Said: Wahai Tuhanku berilah kami rezeki dan tambahkanlah rezeki kami, tapi bukan harta saja, Tuhan kami menambahkan harta, kesehatan dan ketentraman pada kami.
    • George: Tanyakanlah padanya apa yang dia maksud dengan ketenangan?
    • Said: Ya Jamal tanyakanlah pada temanmu bagaimana dia hidup? siapa yang tidak paham ketenangan maka kehidupannya akan kesulitan.
    • George: Kalau boleh saya ulangi pertanyaan saya, bagaimana dan kapan kamu merasa dengan ketenangan?
    • Said: Saya menemukan ketenangan saat saya meminum teh bersama-sama anak saya di waktu ashar, dan saat saya merebahkan diri saya diatas kasur pada waktu malam dan saya tidak berbuat maksiat pada Tuhan , lalu saya mengerjakan kewajiban, tidak menyakiti seorang pun, katakan padanya anakku : apa dia tidak merasakan ketenangan setelah dia salat?
    Ketika Jamal menerjemahkan perkataan untuk George…dia terdiam lama sambil menatap ke bawah..
    • Said: Saya minta maaf karena berbicara telah melampui batasan dan kalian adalah tamu saya, dan hak kalian untuk dimuliakan.
    • George: Tidak seharusnya dia meminta maaf, tapi sayalah yang harus meminta maaf karena tidak menjawab pertanyaannya dan kalau dia berkenan tolong maafkan karena saya tidak bisa menjawab pertanyaannya, dan saya ingin bertanya padanya untuk terakhir kali , tanyakanlah padanya untuk apa dia hidup?
    • Said: Pertanyaan kalian sungguh aneh! apakah ada orang yang tidak tahu untuk apa dia hidup?! wahai anakku kita telah diciptakan oleh Tuhan untuk beribadah, Dialah yang memberi kita rezeki dan di tangan-Nya segala keutamaan dan kemuliaan, tapi saya tidak mengerti kenapa kalian mengunjungi saya.
    • George: Katakan padanya untuk mengambil manfaat darimu dan ingin berkenalan dengan dirimu.
    • Said: Semoga Allah memberikan keberkahan pada diri kalian.
    George memperhatikan bahwa paman Sa’id , dia lebih memilih makanannya ketimbang makanan mewah yang dibawanya..
    • George: Jamal tanyakanlah padanya kenapa tidak makan makanan yang telah kita bawa untuknya?
    • Said: Saya membiarkannya untuk kalian sebab kalian itu adalah tamu saya.. meskipun sebenarnya kalian yang telah membawanya, sebenarnya saya merasakan kenikmatan pada makanan yang sederhana sama seperti kalian menemukan kenikmatan pada makanan yang kalian bawa. Jika manusia itu dalam keadaan bahagia lahir batin maka segala makanan akan menjadi enak dan segala kehidupannya akan bahagia segala puji hanya untuk Allah.
    Setelah mereka menyelesaikan makan siang , kemudian mereka meninggalkan paman Sa’id dan berterima kasih padanya atas jamuan, lalu mereka berdua pulang..
    • George: Kelihatannya saya telah membuatmu lelah, tapi saya ingin mengunjungi gereja atau penduduk yang sederhana beragama Kristen!
    • Jamal: Kalau begitu mari kita turun sebab tetangga paman Sa’id seorang pemeluk agama Kristen, apakah kamu mau saya menghubunginya untuk meminta izin padanya?
    • George: Baik.
    Jamal menghubungi paman Sa’id dan memberitahukannya, belum sampai beberap mnita keluar paman Sa’id dengan bahagia sambil dia tersenyum..
    • Said: Silahkan..
    • George: Dimana?
    • Said: Tetangga saya..saya telah berbicara dan mengabarinya bahwa kalian sudah depan pintuk, lalu dia menyetujuinya.
    Paman Sa’id mengetuk pintu kemudian yang membukannya adalah orang tua besar yang menutupi kepalanya dengan syal penutup, dan tidak terlihat dari tubuhnya kecuali wajahnya saja..
    • Silahkan masuk Sabir sedang mencuci mukanya, saya baru saja membangunkannya dari tidur dan sebentar lagi ia akan datang.
    • Said: Tunggu sebentar saya akan pergi ke rumah dulu untuk membawakan sesuatu.
    • George: Jamal apakah kamu yakin bahwa ini rumah orang nasrani?
    • Jamal: Ya benar, seperti yang mereka kataan.
    • George: Dan kenapa kalau begitu perempuan tadi menutup kepalanya?
    • Jamal: Meskipun saya tahu jawabannya tapi lebih baik kamu mendengarnya langsung dari mereka.
    Paman Sa’id kembali sambil membawa kopi, dan beberapa makanan lalu meletakkannya di depan mereka berdua..
    • Said: Saya memberitahu tetangga saya untuk tidak menyiapkan sesuatu apapun sebab semuanya saya sudah siapkan, Karena kita datang mendadak, maka tamu saya, tamunya juga.
    • Shabir: Terima kasih buat makanan ,kopi, dan membawa tamu kemari.
    • George: Jamal, tanyakan pada mereka berdua sejak kapan mereka bertetangga?
    • Shabir: Sa’id adalah teman saya sejak umur saya 12 tahun, ketika ayah saya dan ayahnya bertetangga.
    • George: Tapi kalian berdua bukan satu agama!
    • Shabir: Benar tapi kami adalah tetangga dan teman dekat.. setiap hari Sa’id menasehati saya dan meminta saya untuk masuk islam.
    • George: Tanyakanlah padanya : Apa pandangannya terhadap Islam dan Kristen dan bagaimana hubungan antara kedua agama itu ?
    • Shabir: Wahai anakku, Yesus dan Muhammad semuanya adalah utusan Allah, saya dan ayah saya penganut Kristen dan Sa’id bersama ayahnya adalah orang islam dari dulu dan hubungan di antara kami harmonis dari dulu.
    • George: Tanyakanlah padanya kenapa dia tidak masuk islam? padahal dia percaya bahwa Muhammad utusan dari Allah?
    • Shabir: Haha, dan sa’id juga mempercayai dengan Isa a.s utusan Allah kemudian kenapa dia tidak masuk Kristen?!
    • George: Karena orang islam mempercayai Isa adalah utusan Allah, akan tetapi orang kristen tidak percaya bahwa Muhammad utusan Allah.
    • Shabir: Sama dengan perkataan Said, kamu ingin kebenaran wahai anakku? saya takut meninggalkan apa yang telah ada pada ayah dan kakek saya, kalau tidak maka saya percaya dengan apa yang dikatakan Said, dia lebih saya cintai daripada anak-anak paman saya, tapi saya punya satu pertanyaan kamu orang kristen atau islam?
    • George: Mungkin saya menyimpan jawabanya untuk diri saya sendiri dikarenakan waktu yang sempit, saya punya pertanyaan lain, kenapa istrimu pakaiannya seperti orang islam?
    • Shabir: Pakaian istri saya seperti pakaian wanita mesir yang beragama kristen maupun islam!!
    • George: Perempuan kristen di tempat kami Eropa tidak menutup kepala mereka.
    • Shabir: Yang saya tahu bahwa kalian di Eropa perempuanya menutup kepala mereka bahkan terkadang muka mereka, dan perubahan ini baru terjadi pada abad terakhir ,kalau tidak percaya, lihatlah kepada nenek atau nenek moyangmu! dan kami pun seperti itu, tapi anak perempuan kecil khususnya perempuan kristen suka mengikuti gaya kalian , kalau saja yang diikutinya itu baik..
    • George: Kenapa hanya wanita kristen?
    • Shabir: Karena agama menurut orang islam mampu mewarnai dan merubah hidup, maksiat dan kesalahan, tidak diampuni kecuali dengan taubat, sedangkan menurut kami orang kristen merubah kehidupan manusia saat berada di gereja. .dan bagi kita cukup Isa penyelamat kita dari segala dosa-dosa, makanya permasalaha ini sangatlah mudah.
    • George: Saya berterima kasih pada kalian berdua, kami harus pergi agar tidak terlambat karena ada janji di hotel.
    Mereka berdua meninggalkan paman Said dan Shabir..lalu pergi ke mobil..
    • Jamal: Apakah kamu telah mendapatkan apa yang kamu inginkan?
    • George: Ya..sebab pikiran saya serasa ingin meledak sekarang, saya tidak tahu..saya merasa bahwa dalam diri saya ada lahar vulkanik meletup-letup, kalaulah tidak ada janji dengan Diana dan pamannya maka saya akan perpanjang obrolah dengan orang-orang sederhana seperti mereka, sebab mereka mengungkapkan makna kehidupan dengan sederhana tapi mandalam, Jamal saya mohon diperkenankan untuk tidak berbicara saat ini.
    • Jamal: Baiklah
    Kepala George terasa ingin meledak dengan hanya satu pertanyaan “ apa yang terjadi antara kamu dan jalan menuju kebahagiaan?”, apa kamu takut? atau sebenarnya jalan tersebut belum terlihat sama sekali olehmu?!atau kamu tahu apa yang kamu tidak inginkan dan tidak tahu apa yang kamu inginkan! Dia berharap pertanyaan yang dalam tersebut bisa berkurang karena fikirannya lagi kurang stabil akibat informasi yang baru saja ia dengar..

    (4)

    • George: Kita hampir sampai di hotel, dan saya telah mengundang Diana dan pamannya untuk makan malam.
    • Jamal: Apa yang ingin kamu lakukan?
    • George: Saya akan membantu perempuan ini masuk islam, dan bisa melewati masalah dengan pamannnya.
    • Jamal: Bagus kamu telah menjadi seorang pendawah untuk agama Islam, tapi kapan kamu akan masuk islam?
    • George: Seperti apa yang telah saya katakan pada paman Shabir..biarkan saya menyimpan jawaban untuk diri saya, karena kepala saya terasa mau meledak karena sebuah pertanyaan, atau mungkin saya ingin menghindar darinya, saya tidak mengerti..
    • Jamal: Bagaimana caranya kamu mengajaknya masuk islam wahai pendawah?!
    • George: Terima kasih atas ejekanmu pada saya! dia mau masuk Islam tapi tida takut pada pamannya, makanya saya akan menghilangkan ketakutakan itu.
    • Jamal: Bagaimana?
    • George: Kamu lihat sendiri nanti, karena kita sudah sampai.
    • Jamal: Yang penting kamu jangan menambah masalah pada Diana dengan pamannya.
    • George: Kita telah sampai pada waktunya, saya akan naik ke kamar untuk meletakan tas , lalu turun menemui kalian dengan cepat di restoran.
    Jamal masuk ke resotran, kemudian menjumpai Diana bersama pamannya di satu meja sambil menanti George kemudian dia duduk bersama mereka..
    • Jamal: George baru saja naik ke kamarnya untuk meletakan tasnya dan akan turun sebentar lagi.
    • George: Saya tidak tahu apa yang dia inginkan, sebab karena setelah dia tahu saya adalah paman Diana dia mengajak saya untuk makan malam bersamanya, apa kamu tahu apa yang dia inginkan?
    • George: Mungkin Diana mengetahuinya..!
    • Diana: Saya tidak tahu sama sekali, dia telah mengabari saya pada waktu pagi bahwa ia akan menghubungi saya untuk memberikan jawaban atas pertanyaan saya kenapa dia tidak masuk islam? dan secara tiba-tiba dia mengundang saya untuk makan malam!
    George telah sampai di restoran hotel, Diana melihatnya kemudian memberikan isyarat padanya dari kejauhan, kemudian dia menuju ke arah meja yang mereka duduk di sana..
    • George: Saya perkenalkan pada kalian.. Amir direktur cabang di perusahaan kami di mesir, ini adalah Diana programmer perusahaan kami yang handal, dan ini teman saya beragama islam bukan programer tapi keahliannya adalah bapak pemograman, maksud saya ilmu matematika.
    • Diana: Paman saya adalah direktur perusahaan kalian?!
    • George: Ya dia direktur perusahaan yang berkompeten, dan berdasarkan kesaksian semua temannya, meskipun mereka orang islam.
    • Amir: Terima kasih padamu atas kepercayaanmu dengan saya.
    • George: Tapi saya masih merasakan keanehan dari teman-temannya yang muslim karena hal itu mereka memilihnya!
    Diana tersenyum dan berkata :
    • Keanehan apa itu?!
    • George: Yang aneh adalah bahwa sebagian orang Kristen melarang orang untuk masuk islam.
    Amir dengan kagum menjawab :
    • Karena mereka tidak memahami islam itu dengan baik!
    • George: Apakah yang kamu maksudkan hai Amir bahwa kamu tidak melihat tidak ada masalah bagi orang Kristen untuk masuk Islam?!
    • George: Saya akan katakan padamu apa yang saya yakini, dan mungkin kamu tidak suka mendengarnya, saya tidak melihat ada masalah apapun siapa pun dari orang Kristen yang masuk Islam, tapi mungkin kamu tidak tahu bahwa saya semenjak 3 minggu lalu saya sering mendatangi salah satu Islamic Center, dan siapa tahu mungkin saya masuk islam dalam waktu dekat!
    • George: Pamanmu mungkin akan masuk Islam kemudian apa yang menghalangi kamu?
    • Diana: Haha, saya paham sekarang, haha.
    • George: Apa yang kamu pahami?ada apa denganmu?
    • Diana: Paman saya Amir bukan paman yang telah saya bicarakan padamu.
    • George: Bagaimana? kalau begitu dia saudara lelaki kandung pamanmu yang kamu bicarakan ?
    • Diana: Tidak, mungkin kamu merasa aneh apa yang saya katakan, tapi kakek saya menikah lebih dari satu istri.
    • George: Orang Kristen dan menikah lebih dari satu istri?! saya tidak tahu ada orang Kristen yang melakuan berpoligami?
    • Diana: Siapa yang mengatakan itu? kami kenal dengan beberapa orang yang mengatakan bahwa dalam Injil tidak diharamkan berpoligami, bahkan Paus Markus ke 5 dipenjara, karena dia menolak poligami sedangkan orang-orang menyuakainya, dan mereka didukung oleh sebagian uskup, baik hal itu dari pengaruh orang muslim seperti dikatakan oleh musuh-musuh mereka atau karena perjanjian baru tidak mengharamkan hal itu seperti sebagian uskup yang mendukung untuk berpoligami, atau berpoligami lebih baik daripada banyak kekasih seperti yang dikatakan para istri. Jadi saat istri kakek saya meninggal lalu kakek menikah lagi, jadi Amir ini adalah paman saya tapi ia bukan saudara lelaki kandung paman saya Markus yang saya bicarakan padamu akan tetapi ia adalah saudara lelaki se-ayah.
    • George: Mengagumkan! semua orang ingin berpoligami?!
    • Amir: Sekarang saya paham kenapa kamu mengundang saya seorang diri, kamu mengira sebenarnya sayalah yang melarang Diana masuk islam.
    • George: Ya benar.
    Diana mengencangkan kedua bibirnya dan berkata dengan tegas..
    • Tapi saya yang saya tahu bahwa undanganmu ini untuk mengabari saya kenapa kamu tidak masuk islam?
    Jamal dengan perasaan aneh..
    • Perkenankan saya untuk ikut campur, benar, mengenai hal ini kalau ini adalah keinginanmu untuk mengislamkan Diana, kemudian kenapa kamu tidak masuk dalam agama islam?
    • Diana: Saya telah menanyakan padanya tentang pertanyaan ini, kemudian dia menghindar dan tidak menjawab, dan saya kira undangan ini untuk memberitahu saya mengenai jawabannya, apakah bisa kamu menjawabnya sekarang?
    • George: Saya akan jawab dalam keadaan terpaksa, dan kalau kalian perkenankan saya akan berterima kasih saya pada kalian.
    Amir terseyum sambil dia mengatakan..
    • Kalau demikian jangan kamu jawab dulu, kita ingin jawabannya tapi di saat kamu tidak dalam kondisi terdesak.
    Diana memandang ke atas..:
    • Saya tahu jawabannya dan saya menyimpannya dalam diri saya selama kamu belum mengatakannya.
    • George: Terima kasih buat kalian semua.. tapi saya tidak kira tidak ada seorang pun yang mengetahui apa yang sedang saya fikirkan!
    • Diana: Kamu adalah manusia dan dan kamu menginginan kebahagiaan, saya dan paman saya Amir seperti itu juga, apa yang menghalangi kami itu juga yang menghalangimu, sama saja apakah kita berani dan mengungkapkannya atau ketakutan dan kita menyembunyikan jawaban hingga pada diri kita. Saya misalnya berbohong pada diri sendiri dan beralasan dengan berbagai kondisi ketika saya katakan bahwa paman saya markus adalah sebabnya?! kalau saya memliki keberanian dan kebebasan pasti saya akan mengambil keputusan.
    • George: Kamu membingungkan saya! Kalau demikian apa yang mnghalangimu ?
    Diana mengusap rambut dengan tangannya dan berkata…
    • Sebenarnya yang menghalangi saya sama seperti kamu dan Amir, sebagaimana kami memperkenankanmu untuk tidak memberitahu kami sampai tidak terlihat lagi pertentangan dalam dirimu , kemudian kenapa kamu juga tidak memperkenankan kami untuk tidak menjawabnya sekarang. Karena dalam diri semua orang ada pertentangan, pendapat dan hawa nafsunya. oleh sebab itu jujur dengan diri sendiri lebih s sulit, apalagi itu terkait makna esensi kehidupan manusia, penciptaannya dan kehidupannya, makanya banyak orang-orang melarikan diri dari hal itu dengan meminum arak dan bermain-main.. seperti apa yang telah saya lakukan karena rasa takut dan rendah diri!!
    Terlihat pada Amir kekaguman dan terpengaruh dengan perkataan Diana, lalu dia melihat ke bawah dan berkata,,,
    • Saya paham sekali apa yang kamu katakan, maka sebuah keharusan bagi manusia untuk hidup bahagia dan menemukan jati dirinya, agar mengenali Tuhannya dan menikmati kehidupannya, tapi itu adalah sebuah keputusan yang membutuhkan sejumlah keberanian yang besar dan kebebasan yang luas, dan kamu Diana adalah orang yang paling berani, maka kamu berkata begitu.
    Jamal sambil menoleh di antara mereka dan tidak paham dengan yang terjadi..
    • Saya belum paham , keberanian apa yang kalian maksud?!
    Diana dengan tegas mengatakan meskipun suaranya tenang mendalam..
    • Keberanian untuk lepas dari penyakit jiwa, dan melepaskan diri dari kesibukan hidup , obsesi, fitnah dan tipu dayanya. Kebebasan untuk mengambil keputusan yang tidak biasa dilakukan, dan melewati segala ftinah yang timbul dan tipu daya yang sedang terjadi. Keberanian untuk yakin dengan sesuatu yang ditolak oleh mulutmu, meskipun hatimu mengetahuinya dengan baik.
    • Jamal: Saya masih mencoba untuk memahami!
    • Amir: Mungkin sulit bagimu untuk memahami karena kamu dilahirkan sebagai seorang muslim, adapun saya paham dengan apa yang dimaksudkan Diana dan saya rasa George juga seperti itu.
    Keluarlah air mata Diana, sambil dia mengatakan…
    • Kecuali apabila ia tidak ingin memahami, atau tidak ingin memperlihatkan bahwa ia paham. sebab banyak manusia yang melarikan diri dari jiwanya karena dia tidak tahu bahwa sebenarnya dia merasakan kebahagiaan.
    Sekilas terlintas di fikiran George semua fase yang dilewatinya untuk mencari jalan kebahagiaan, dia teringat dengan semua ayat Al Quran yang telah dibacanya, segala situasi yang telah dilaluinya, dan segala pertentangan yang dia coba untuk menemukan jawabannya , pandangan George yang membingungkan memperlihatkan bahwa lahar panas sedang bergejolak dalam dirinya, dia mencoba untuk menyembunyikannya dengan segala cara akan tetapi ia tidak bisa, maka dia memutuskan untuk berkata singkat..
    • Ya saya paham.
    • Jamal: Saya paham bahwa kalian sedang berbicara dengan teka-teki, dan yang saya mengharapkan kebaikan untuk kalian yaitu dengan masuk Islam untuk mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat, mengaitkan semua kebaikan yang ada pada semua agama, maha benar Allah yang berfimran: {Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang}. [QS. Al-Ma’idah: 3] , dengan agama Islam segala agama dan kenikmatan telah disempurnakan.
    • George: Saya rasa saya telah paham betul apa yang saya cari selama ini.
    • Apa yang kamu cari?
    • George: Saya mencari tentang jati diri saya, arti hidup dan keberadaan saya.. mencari cahaya tauhid dan keindahan hidup.. mencari kesenangan ruh, akal dan jiwa.
    Diana menghapus air matanya dan dia mengatakan..
    • Sama seperi apa sedang saya cari !
    • George: telah menemukan benang yang menyusun manik-manik kehidupan saya untuk menjadikannya suatu bangunan yang indah , sekarang saya tahu betul kenapa saya diciptakan?! dan mengapa saya hidup?!
    • Saya sama sekali tidak memahami? bisakah kamu katakan pada saya apa yang telah kamu pahami?!
    Terlihat sinar di wajah Diana dengan senyuman terbuka dan berkata…
    • Sungguh saya merasakan perasaanmu! Kamu adalah orang yang paling berani dan bebas di antara kami, alangkah indahnya saat-saat jujur terhadap diri sendiri.
    • George: Saya telah paham apa yang saya inginkan, dan saya memahami Adam dan Muthiurrohman, saya memahami Levy, Tom, Katrina, Habib Urumila, Michael, Janelko, dan Kach, dan yang paling penting adalah saya George sudah memahami.. saya telah memahami makna kehidupan!
    • Saya sama sekali tidak paham!! ada apa dengan semua nama yang kamu sebutkan?
    Kedua mata Amir berkaca-kaca dengan air mata dan berkata..
    • Saya sekarang bisa pahami kamu George, seberapa hebat kamu!
    • George: Saya paham dengan perkataan orang tua tentang jalan menuju kebahagiaan..
    • Orang tua?! apakah kamu bisa menunjukkan pada kami jalan menuju kebahagiaan?!
    • George: Ruh saya telah menjawabnya, dan saya baru saja mendengarnya.. saya sangat berhutang pada kalian semua!
    • uh kamu memberikan jawaban?!
    • George: Ya benar saya telah terpisah dengan ruh saya. Akal dan ilmu pengetahuan saya sudah mengetahui jalan itu, tapi ruh saya saat itu masih jauh.
    Amir membuka kedua matanya dengan kagum, dan berkata :
    • Kelihatannya kamu sedang membicarakan diriku, dan apa yang dikatakan ruhmu padamu?
    • George: Dia mengatakan pada saya : bagaimana dunia dan akhirat bisa sejalan, dan bagaimana caranya agar jiwa dan tauhid yang memberikan arti hidup bisa sejalan?
    Diana sampai terpengaruh olehnya, dan dia menghapus air matanya..
    • Menyelaraskan dunia dan akhirat?!
    • George: Dan ruh bertemu dengan ilmu pengetahuan, akal dan jiwa, lalu saling menggenggam erat daripada saling menjatuhkan, pertentangan antara hal itu sungguh telah membuat saya sengsara!
    • Hebat, betapa indahnya waktu yang berharga ini! bagaimana keadaan ruh kamu sekarang?
    Wajah George terang dan bersinar sambil dia mengatakan..
    • Bertemu antara kesenangan jasad dan ruh.. bertemu kesederhanaan dengan kedalaman.. bertemu dunia dengan akhirat.. bertemu prinsip dengan kepentingan..
    • Hebat…hebat…
    • George: Saya besok akan pulang ke London pada waktu malam, untuk memberikan kabar gembira bahwa saya telah memahami dan menemukan jalan menuju kebahagiaan, betapa zalimnya saya terhadap diri sendiri dan menyia-nyiakan waktu yang tersedia.
    • Siapa yang kamu akan kabari ?
    • George: Orang tua yang telah mengatakan pada saya bahwa ruh saya yang akan menemukan jalan menuju kebahagiaan.
    • Dan bagaimana dengan perusahaan yang akan kamu buka di sini?
    • George: Saya akan menyelesaikan prosedurnya besok pada waktu pagi, dan saya terbang jam 8 malam, lusa pada hari Jum’at, saya ingin mengabari orang tua itu bahwa saya telah mendengar ruh saya dan mengetahui kehidupan saya, maka ruh dan kehidupan saya kembali berdampingan.. saya sangat ingin menghubungi semua teman dekat saya, sebab saya bahagia sekarang, benar-benar bahagia! saya telah menemukan jalannya.
    • Saya ucapkan selamat buatmu George
    • Saya mohon pamit pada kalian dan minta maaf, saya ingin langsung naik ke kamar saya sekarang.
    George masuk ke kamarnya dan menulis kepada semua temannya yang ada di daftar kontak emailnya..

    Sahabat yang saya cintai, wahai siapa dari kalian yang berjalan dengan saya mencari jalan menuju kebahagiaan.. saya benar-benar telah menemukannya… telah menemukannya.. telah menemukannya.. betapa bahagianya saya .. saya benar-benar telah mengetahui jawaban atas pertanyaan-pertanyaan membuat saya selalu gelisah..

    Kalian semua berhak mendapatkan kelapangan dada dan cahaya hati..

    Kalian semua berhak mendapatkan kenyamanan jiwa dan cahaya tauhid..

    Kalian semua berhak mendapatkan kesenangan ruh dan kerinduannya..

    Kalian semua berhak mendapatkan keserasian dunia dan indahnya kehidupan..

    Kalian semua berhak mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat..

    Saya selalu mengharapkan kebaikan buat kalian dan saya telah menemukan jalan kebahagiaan, benar saya telah mendapatkannya, di dalamnya bertemu ruh dengan aal saya, bertemu antara dunia dengan akhirat, bertemu kesenangan ruh dengan jasad jati diri saya kembali menyatu setelah lama terpecah belah, ruh telah menjawab semua pertanyaan saya… sesungguhnya ia adalah jalan menuju kebahagiaan.

    Segala wahai Tuhan yang maha pengasih lagi maha mulia

    Orang yang menyintai kalian / George Nessen”

  - "Berkaitan dengan" "Dialog tentang Kebahagiaan" ""
  - Berkenaan dengan novelnya
  - Berkenaan dengan buku
  - Berkenaan dengan video