Kalau begitu, apa jawabannya?!

       

face

Kalau begitu, apa jawabannya?!

 Kalau begitu, apa jawabannya?!

Kalau begitu, apa jawabannya?!

Allah Ta’ala berfirman: {Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik. Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati. Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari kiamat} [QS. Al Mukminun:12-16].

Kebahagiaan hakiki

1_8.jpg
Lauren booth
Aktivis HAM Inggris
Aku sekarang hidup dalam realita, bukan dalam kehidupan menipu yang kita berada di dalamnya pada masa moderen sekarang: materi, konsumsi, sex, narkoba; dengan menyangka bahwa hal itu yang memberikan kebahagiaan, tapi sekarang aku melihat alam lain yang dipenuhi kebahagiaan, cinta kasih, harapan dan keselamatan

Jadikan kebahagiaan sebagai tujuan

1_9.jpg

Einstein
fisikawan
Jika engkau ingin bahagia, kaitkanlah kebahagiaan itu dengan tujuan, bukan dengan seseorang atau sesuatu

Jadi, terminal akhir adalah kebangkitan dan kembali kepada Allah, ciptaan ini tidaklah sia-sia -maha suci Allah dari perbuataan sia-sia-, namun untuk hikmah yang agung, Allah Ta’ala berfirman: {Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?} [QS. Al Mukminun:115].

Jadi, Allah tidak menciptakaan jin dan manusia dengan sia-sia belaka, namun Ia menciptakannya agar mereka beribadah kepada-Nya semata tanpa syirik kepada-Nya, ibadah kepada-Nya dengan arti yang komprehensip, dengan melakukan segala apa yang dicintai dan diridhai-Nya, berupa amalan-amalan fardu, shalat, dzikir, membangun bumi, memberi manfaat bagi manusia; Allah Ta’ala berfirman: {Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku} [QS. Adz dzariyat:56]

Dan seluruh manusia akan kembali kepada-Nya; Dia berfirman: {Dan hanya kepada Allah kembali(mu)} [QS. Ali Imran:28].

Keyakinan ini akan menyingkirkan kekonyolan dalam kehidupan manusia dan memberikan arti bagi kehidupannya serta kebahagiaan dalam hati dan ruhnya; Allah Ta’ala berfirman: {Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)? Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi itu?; sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan)} [QS. Ath Thur:35-36].

Ketika manusia tidak mampu mengetahui rahasia alam semesta ini, lalu ia memperhatikan ciptaan Allah di muka bumi, bintang-Pencipta

bintang,planet-planet, pergantian siang dan malam, kehidupan dan kematian, dan segala ciptaan Allah dalam alam semesta ini.. jika manusia melakukannya maka ia akan tahu dan yakin dengan fitrahnya bahwa ada pencipta yang Maha Agung bagi alam semesta ini yang lebih kuat darinya, patut untuk ia tunduk dan menyembah kepada-Nya, ia mengharap ganjaran dari-Nya dan takut akan hukuman-Nya, demikianlah, dengan mengamati semua itu akan membawanya mengakui keberadaan pencipta yang Maha agung, Maha kuat dan Maha bijaksana, dan materi hanyalah salah satu dari ciptaan-Nya yang sebelumnya tidak ada lalu tercipta.

Inilah Tuhan AIlah (yang disembah), Maha bijaksana dan Maha kuat yang memperkenalkan diri- Nya kepada para hamba-Nya, memperlihatkan mereka tanda-tanda kebesaran- Nya -padahal Ia tidak butuh semua itu-, Ia mensifati diri- Nya dengan sifat-sifat sempurna, agama-agama samawi, akal dan fitrah membuktikan eksistensi, rububiyah dan uluhiyah-Nya, seluruh manusia sepakat akan hal itu.

segala sesuatu

1_10.jpg
Descartes
Filosof Perancis
Aku ada, siapa yang menciptakanku? Aku tidak menciptakan diriku sendiri, pasti ada yang menciptakanku, dan Pencipta itu harus wujud yang pasti ada, tidak butuh pencipta atau penjaga eksistensinya, harus memiliki seluruh sifat indah, dan pencipta itu adalah Allah, Maha Pencipta segala sesuatu

Jawaban memuaskan

1_11.jpg

Cardinal Koenig
Uskup agung AustriaSejarah
agama secara umum dan sejarah tauhid secera spesifik menyingkap bahwa iman kepada Allah semata adalah jawaban memuaskan terhadap seluruh pertanyaan tentang asal alam semesta dan manusia serta tujuan keberadaannya; tidak mungkin kehidupan manusia memiliki tujuan kecuali kepada Allah semata, dan setiap keberagamaan pada manusia maka pada dasarnya kembalinya kepada keyakinan terhadap Tuhan yang Esa -ia sadari atau tidak-.
  - "Berkaitan dengan" "Dialog tentang Kebahagiaan" ""
  - Berkenaan dengan novelnya
  - Berkenaan dengan buku
  - Berkenaan dengan video