Agama yang lestari adalah agama para nabi dan rasul

       

face

Agama yang lestari adalah agama para nabi dan rasul

 Agama yang lestari adalah agama para nabi dan rasul

Agama yang lestari adalah agama para nabi dan rasul

Islam adalah agama yang Allah turunkan untuk seluruh manusia. Allah Ta’ala berfirman: {Maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)} [QS. Al Haj:34]

Yaitu agama para nabi dan rasul. Ia berfirman: {Katakanlah (hai orang-orang mukmin): “Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”} [QS. Al Baqarah:36]

Para rasul Allah telah beriman kepada-Nya dan mereka memproklamirkan keislmannya kepada Allah, berdakwah kepada-Nya. Allah Ta’ala berfirman tentang nabi Nuh -alaihissalam-: {Dan bacakanIah kepada mereka berita penting tentang Nuh di waktu dia berkata kepada kaumnya: “Hai kaumku, jika terasa berat bagimu tinggal (bersamaku) dan peringatanku (kepadamu) dengan ayat-ayat Allah, maka kepada Allah-lah aku bertawakal, karena itu bulatkanlah keputusanmu dan (kumpulkanlah) sekutu-sekutumu (untuk membinasakanku). Kemudian janganlah keputusanmu itu dirahasiakan, lalu lakukanlah terhadap diriku, dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku. Jika kamu berpaling (dari peringatanku), aku tidak meminta upah sedikitpun dari padamu. Upahku tidak lain hanyalah dari Allah belaka, dan aku disuruh supaya aku termasuk golongan orang-orang yang berserah diri (kepada-Nya)”} [QS. Yunus:71-72]

Dan Allah berfirman tentang nabi Ibrahim -alaihissalam-: {Ketika Tuhannya berfirman kepadanya: “Tunduk patuhlah!” Ibrahim menjawab: “Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam”} [QS. Al Baqarah:131]

Dan nabi Ibrahim mewasiatkan anak-anaknya untuk berislam setelah wafatnya: {Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam”. Adakah kamu hadir ketika Ya’qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab: “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”} [QS. Al Baqarah:132-133]

Dan firman-Nya tentang nabi Musa -alaihissalam-: {Berkata Musa: “Hai kaumku, jika kamu beriman kepada Allah, maka bertawakkallah kepada-Nya saja, jika kamu benar-benar orang yang berserah diri”} [QS. Yunus:84]

Dan firman-Nya tentang kisah Isa al Masih -alaihissalam- {Dan (ingatlah), ketika Aku ilhamkan kepada pengikut Isa yang setia: “Berimanlah kamu kepada-Ku dan kepada rasul-Ku”. Mereka menjawab: Kami telah beriman dan saksikanlah (wahai rasul) bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang patuh (kepada seruanmu)”} [QS. Al Maidah:111]

Islam adalah agama samawi terakhir bagi manusia yang Allah utus bersamanya seorang rasul-Nya, yaitu Muhammad -shallallahu alahi wa sallam-, kepada seluruh manusia, Allah menyempurnakannya, Ia ridha menjadi agama bagi hamba-hamba-Nya. Allah Ta’ala berfirman:
{Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu}[QS. Al Maidah:3]

Dalam ayat yang mulia ini, Allah Ta’ala mengabarkan bahwa Ia telah ridha Islam sebagai agama bagi umat manusia, Ia tidak akan membecinya selama-lamanya, dan Ia mengumumkan bahwa itulah agama yang benar serta tidak menerima dari siapapun agama selain agama Islam. Allah Ta’ala berfirman: {Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam}[QS. Ali Imran:19]

Dan firman-Nya: {Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi}[QS. Ali Imran:85]

Allah Ta’ala menegaskan dalam ayat pertama bahwa agama yang diridhai-Nya hanyalah agama Islam, dan dalam ayat kedua Ia mengabarkan bahwa Ia tidak akan menerima dari siapapun agama selain agama Islam dan orang-orang yang bahagia lagi menang setelah kematian adalah hanya orang-orang Islam saja, serta orang-orang mati yang masih memeluk agama selain agama Islam adalah merugi di kampung akhirat, mereka akan disiksa di dalam neraka. Oleh karena itu, seluruh nabi dan rasul memproklamirkan keislamannya kepada Allah dan berlepas diri dari orang yang tidak berislam. Siapa diantara orang Yahudi dan Nasrani yang ingin selamat dan bahagia maka hendaklah ia masuk Islam dan mengikuti rasul agama Islam, yaitu Muhammad -shallallahu alaihi wa sallam-, dengan demikian ia benar-benar telah mengikuti nabi Musa dan nabi Isa, karena nabi Musa, nabi Isa dan nabi Muhammad serta seluruh rasul-rasul Allah, semuanya berislam, mereka mengajak kepada agama Islam, karena Allah mengutus mereka dengan membawa agama Islam, dan siapa saja yang hidup setelah diutusnya nabi penutup para nabi, yaitu Muhammad -shallallahu alaihi wa sallam-, hingga kehidupan dunia berakhir maka tidak dibenarkan baginya menamakan dirinya sebagai orang yang berserah diri kepada Allah, Allah tidak akan menerima klaim itu darinya kecuali jika ia beriman kepada nabi Muhammad sebagai seorang rasul dari sisi Allah dan mengikutinya serta menjalankan kandungan Al Qur’an yang telah diturunkan kepadanya. Rasulullah -shallallahu alaihi wa sallam-, telah bersabda: “Demi Zat yang jiwa Muhammad berada di Tangannya, tidak seorangpun dari umat ini, baik dia beragama yahudi atau nasrani yang telah mendengarkan tentang diriku kemudian ia tidak beriman kepada agama yang aku diutus dengannya maka ia akan termasuk penduduk.

neam agama mudah

5_29.jpg

Gustave Le Bon

Sejarawan Perancis
Kemudahan dalam agama Islam yang agung bersumber dari tauhid murni, kemudahan ini adalah rahasia kekuatan Islam, untuk memahami Islam sangat mudah, tidak sebagaimana kita dapati pada agama-agama lain dan ditolak oleh perasaan yang masih murni berupa perkara-perkara kontradiksi dan rumit, tidak ada yang lebih jelas dari pokok-pokok agama Islam yang menyatakan keberadaan Tuhan yang maha esa dan persamaan seluruh manusia di hadapan Allah
  - "Berkaitan dengan" "Dialog tentang Kebahagiaan" ""
  - Berkenaan dengan novelnya
  - Berkenaan dengan buku
  - Berkenaan dengan video